56 total views, 1 views today

 

MAGETAN (kpud-magetankab.go.id) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan Selasa (26/09/2017) mengadakan Launching Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan 2018 di  alun alun Kabupaten Magetan dengan menggelar Pagelaran Wayang kulit semalam suntuk,dihadiri KPU Provinsi Jawa Timur,Forkorpimda Kabupaten Magetan,serta Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Se Jawa Timur.

Hendrad Subyakto Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan dalam sambutan nya lebih menekankan pada Tahapan tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan sesuai dengan PKPU Nomer 1 tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018,Hendrat mengharapkan semua tahapan bisa dilaksanakan tepat waktu tanggal 27 juni 2018 adalah Hari Pemungutan Suara di Tempat Pemungutan Suara/ TPS.

Dalam sambutan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur yang diwakili Gogot Cahyo Baskoro Putra Kelahiran Magetan selaku Anggota Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan titik titik penting dalam meningkatkan peran partisipasi masyarakat di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan 2018. Gogot, mengatakan untuk mewujudkan pilkada berkualitas juga dituntut dengan adanya pemilih yang cerdas,yang wajib diketahui oleh masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas diantaranya

1. Memastikan diri sudah terdaftar
Sebelum pemungutan suara, pemilih harus memastikan diri terlebih dahulu bahwa mereka sudah terdaftar sebagai pemilih tetap. Dengan memastikan hal tersebut, maka pemilih sudah bisa menggunakan hak suaranya.

2. Kenali Calon
Menjadi pemilih yang cerdas sudah seharusnya mau mengenali dan mencari rekam jejak dari setiap pasangan calon yang berkompetisi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan, mengetahui visi dan misi dari calon juga menjadi poin yang penting, agar pemilih bisa menetapkan pilihan yang tepat.

3. Meluangkan waktu untuk datang ke TPS
Pada saat hari pemungutan suara, pemilih yang cerdas akan bersedia meluangkan waktunya untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Dalam memanfaatkan hak pilih, masyarakat harus menggunakan pertimbangan yang logis dan rasional, bukan pertimbangan yang sifatnya materi.

4. Turut berpartisipasi aktif pasca pemilihan
Setelah menggunakan hak pilih, pemilih cerdas seharusnya berpartisipasi aktif dalam tahap perhitungan suara. Pemilih bisa turut mengawasi jalannya rekapitulasi agar tidak ada kecurangan yang mungkin dilakukan oleh pihak yang berkepentingan dengan pilkada.(Sugiarto).

 

 

 

UNDANG PARPOL,KPU MAGETAN KENALKAN SIPOL
PASTIKAN HAJATAN SUKSES,SUGENG CS TURUN GUNUNG SEBAR SPANDUK LAUNCHING PEMILIHAN