73 total views, 1 views today

Reporter : Billyn

Editor : Nur Salam

Magetan, kpud-magetankab.go.id – Pencairan dana santunan penyelenggara Pemilu yang meninggal dalam menjalankan tugas penyelenggaraan Pemilu 2019 di Magetan, tinggal menunggu keputusan KPU RI. Hal ini setelah seluruh dokumen administrasi dua korban meninggal telah dikirim langsung  oleh KPU Kabupaten Magetan beberapa hari lalu.

Dokumen yang diserahkan meliputi identitas korban, mulai Foto copy KTP, KK, serta surat keterangan resmi dari tim medis. Selain itu dokumen juga meliputi calon penerima santunan yakni ahli waris berikut buku rekening calon penerima.

“Setelah melalui verifikasi administrasi saat rakor di Jember, dokumen langsung kita kirim ke KPU RI. Dokumen selain korban meninggal juga untuk korban sakit berat dan sedang,” Ungkap Plt Sekretaris KPU Kabupaten Magetan, Rabu (26/06/2019).

Lebih lanjut Sundarso memaparkan, dua korban meninggal yakni, Isran (61), warga Sumberejo Kecamatan Maospati serta Radi Boniran (64) warga Kepuhrejo Kecamatan Takeran. Keduanya merupakan KPPS yang jatuh sakit sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalankan proses rekapitulasi di tingkat Kecamatan. Selain kedua korban meninggal tercatat ada 19 korban sakit baik kategori berat dan sedang.

Setelah semua dokumen diserahkan, kini pihak KPU Kabupaten Magetan tinggal menunggu keputusan KPU RI berkaitan pencairan santunan. Pencairan mulai kapan dan besaran akan diputuskan oleh KPU RI.  “Untuk keputusan kita tunggu saja kebijaksanaan KPU RI. Yang jelas semua petunjuk teknis dokumen yang harus kita penuhi sudah kita cukup,” terang Sundarso.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 21 penyelenggara pemilu baik KPPS,PPS dan PPK menjadi jatuh sakit saat menjalankan tugas penyelenggaran Pemilu 2019. Sebanyak 2 korban meninggal dunia, 5 sakit berat serta 14 sakit sedang.

Sementara itu dari dokumen 19 korban sakit, 15 diantaranya dinayatakan belum lengkap khususnya, resume tim medis. Sehingga kini masih dalam proses perbaikan. “Harapannya semua baik korban meningggal dan sakit bisa mendapat santunan. Terutama korban meninggal yang menjadi prioritas terlebih dahulu. Hal ini bagian dari penghargaan terhadap dedikasi para penyelenggara di tingkat bawah yang luar biasa,” Pungkas Sundarso.

PUTUSAN MK, TNI-POLRI PERKETAT PENGAMANAN KPU MAGETAN
RAKOR PERDANA, DIVISI HUKUM SE JATIM SIAPKAN KRONOLOGI DAN ALAT BUKTI PHPU LEGISLATIF