194 total views, 1 views today

Reporter : Billyn
Editor : Nur Salam

Jember – KPU RI mulai melakukan verifikasi terhadap dua KPPS asal Kabupaten Magetan Jawa Timur yang meninggal saat menjalankan tugas. Verifikasi guna memastikan kelengkapan administrasi sebagai persyaratan untuk menerima bantuan atau santunan.

Verifikasi dilakukan oleh Biro SDM KPU RI dalam rapat koordinasi, pengelolaan SDM dan evaluasi badan Adhoc pemilu tahun 2019 di Hotel Dafam Kabupaten Jember, Kamis (20-06). Administrasi mulai, identitas korban meliputi KTP, KK, SK penyelenggara pemilu hingga surat keterangan kematian dari dokter.

” Verifikasi ini untuk memastikan korban meninggal karena tugas menjadi penyelenggara pemilu 2019 serta kebenaran administrasi yg dibutuhkan,” ungkap solekha kasubag SDM KPU kepada seluruh anggota KPU Kabupaten divisi Sosdiklih parmas dan SDM serta Sekretaris KPU Kab/Kota se-Jawa Timur.

Dua anggota KPPS asal Magetan yang meninggal yakni, Isran(61) warga Sumberejo Kecamatan Maospati dan H. Radi Boniran (64) warga Kepuhrejo Kecamatan Takeran. Keduanya jatuh sakit hingga akhirnya meninggal saat proses rekapitulasi suara tingkat kecamatan.

Apabila secara adminitrasi dinyatakan lengkap, bagi keluarga atau ahli waris akan diberikan santunan masing-masing sebesar 36 juta rupiah. Sehingga selain administrasi korban, juga dilakukan verifikasi terhadap administrasi keluarga korban atau ahli waris calon penerima santunan.

” Santunan ini tentunya tidak sebanding dengan pengorbanan yang diberikan oleh para korban demi suksesnya pemilu 2019. Namun minimal menjadi bagian dari apresiasi dari KPU,” ujar Rochani, devisi SDM dan Litbang KPU Jatim.

Proses verifikasi administrasi ini diharapkan bisa segera diselesaikan agar santunan bisa segera diberikan. Karena selain korban meninggal KPU RI juga akan memberikan santunan bagi korban sakit. Korban dari unsur penyelenggara pemilu mulai KPPS, PPS dan PPK.
“Santunan lebih diprioritaskan untuk korban meninggal dunia terlebih dahulu, baru korban sakit mulai ketegori sedang dan berat atau cacat tetap,” papar Rochani.

Seperti diketahui, korban meninggal pada pemilu 2019 secara nasional sejumlah 591. Khusus di Jawa Timur sebanyak 119. Jumlah ini belum termasuk petugas yang jatuh sakit yang mencapai 829. Banyaknya korban baik meninggal dan sakit diduga karena beban kerja penyelenggara yang berat dalam pemilu 2019, mulai Pilpres dan DPR, DPD dan DPRD yang digelar secara serentak.

KPU JATIM TEKANKAN PENTINGNYA GANDENG MEDIA
Sidang PHPU Berlanjut, KPU Magetan Live Streaming