143 total views, 1 views today

MAGETAN (kpud-magetankab.go.id) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Magetan Jumat  (08/12/2017) mengadakan sosialisasi UU 7 tahun 2017 tentang Pemilihan umum di hotel Imelda Magetan dengan mengundang Partai Politik,Tokoh Masyarakat,MUI,Ormas,Ketua PPK se Kabupaten Magetan,dengan pemateri Eko Sasmito Ketua KPU Provinsi Jawa Timur dan Totok H Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

Hendrad subyakto Ketua KPU Magetan menjelaskan UU Nomor 7 Tahun 2017 tersebut merupakan penyederhanaan dan penggabungan dari 3 (tiga) buah undang-undang sebelumnya, yakni Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Eko sasmito Ketua KPU Provinsi Jawa Timur menjelaskan detail terkait materi UU 7 tahun 2017 serta mengurai jawaban dari pertanyaan audiens diantaranya tentang sistem Sainte Lague Sainte Laguë yang dimaksud di sini adalah Metode hitung dengan bilangan pembagi (1; 3; 5; 7…dst) kemudian di rangking sesuai jumlah kursi di suatu daerah,  dalam metode ini sudah tidak lagi memeprhatikan BPP serta sisa suara.

Pesan yang ingin Kami titipkan untuk semua Penyelenggara Pemilu di Magetan di semua tingkatan agar tetap menjaga Independensi,Netralitas ,Keterbukaan dan Transparansi,terang Eko Sasmito saat mengakhiri penyampaian materi.

Totok Hariyono dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur lebih menekan kan pada fungsi tugas pokok Bawaslu dan mengajak masyarakat Magetan turut serta dalam upaya pengawasan bersama seperti Tagline Bawaslu  “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.”

UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ini memiliki semangat baru mengembalikan jati diri Kita sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki harga diri yang tinggi,bahwa sebagai pemilik hak suara kedaulatan rakyat/pemilih tidak bisa dibeli,mari kita sama sama menghindari Money Politic,Jelas Totok.

Hal yang menarik menjadi harapan Salah satu peserta adalah Bapak Sahrir dari MUI Magetan berharap Bawaslu berani menjadi lembaga yang mengawal proses pemilu terbebas dari politik uang,Kami berikan dukungan dan apresiasi terhadap hal hal yang bersifat etika dan moral termasuk pemilu yang tanpa money politik.(sgt)

PILKADA HITUNGAN BULAN, KPU MAGETAN BEKALI 705 PPS DENGAN BIMTEK
SATUKAN PEMAHAMAN KPU MAGETAN IKUTI BIMTEK PENGELOLAAN DANA HIBAH