109 total views, 3 views today

Jakarta, kpud-magetankab.go.id – KPU RI mengapresiasi kerja keras penyelenggara pemilu dalam kegiatan pemutakhiran data Pemilu 2019.

Dinamika persoalan dan besaran data pemilih membuat proses pemutakhiran data harus diperpanjang.

Tahapan pemutakhiran Data Pemilu 2019 adalah tahapan yang terpanjang dalam penyelenggaraan pemilu.

Sehingga sangat menguras energi dan sangat menyita waktu. Namun dengan kerja keras penyelenggara pemilu sampai ke tingkat bawah Pemutakhiran Data Pemilu dapat diselesaikan dengan baik.

Oleh karenanya itu agar tahapan pemutakhiran data yang melelahkan ini tidak terulang lagi dalam penyelenggaraan pemilihan 2020 maka proses pemutakhiran data harus dilakukan secara efektif bukan efesien.

Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU RI Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Viryan Aziz dalam pembukaan kegiatan Konsolidasi Nasional 2019. Sabtu (21/09/2019).

Kegiatan Konsolidasi Nasional 2019 diselenggarakan pada tanggal 21 – 24 September 2019. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melakukan evaluasi penyelenggaraan pemilu serentak 2019 dan persiapan penyelenggaraan pemilihan pada tahun 2020.

Persoalan-persoalan yang terjadi sepanjang proses pemutakhiran data pada penyelenggaraan pemilu 2019 materi kajian dalam kegiatan konsolnas 2019 yang akan menjadi bahan rekomendasi bagi penyelenggaraan pemilihan 2020. Demikian paparan Kepala Biro Perencanaan dan Data KPU RI, Sumaryandono.

“Penganggaran penyelenggaraan pemilihan serentak 2020 harus dilakukan pencermatan dan sharing budget antara Provinsi dengan Kabupaten agar tidak ada double penganggaran,” terang Sumaryandono

Selain itu Sumaryandono mendorong Kabupaten yang menyelenggarakan pemilihan serentak untuk segera menyelesaikan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sehingga pada tanggal 1 Oktober 2019 diharapkan sudah melakukan penandatanganan NPHD.

“Terkait pemilihan 2020, diupayakan perbaikan perbaikan, diantaranya adalah adanya akses bagi peserta pemilu untuk dapat melakukan pengecekan data pemilu di KPU, KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota,” imbuhnya

Dalam akhir sambutannya Viryan Aziz menyampaikan bahwa kedepannya dimungkinkan dokumentasi kepemiluan akan ada penyederhanaan sehingga perlu sosialisasi dan edukasi yang intens pada stake holder dan masyarakat.

Kedepan proses pemutakhiran data agar dapat difahami oleh seluruh masyarakat sebagai sebuah proses yang terbuka.

Selain itu sebagai penghargaan atas kerja keras para penyelenggara pemilu akan terbit narasi proses pemutakhiran data dalam sebuah buku yang berjudul Pemutakhiran Data di Balik Layar yang akan menyuguhkan potret proses pemutakhiran data yang penuh dengan peluh, air mata bahkan juga darah.

“Sesungguhnya proses pemutakhiran data adalah darahnya penyelenggaraan pemilu dan pilkada,” pungkas Viryan

PASCA PEMILU, KPU PERKUAT KELEMBAGAAN
EVALUASI PEMILU SERENTAK, KPU MAGETAN IKUTI KONSOLIDASI NASIONAL