116 total views, 1 views today

Reporter : Billyn

Editor : Nur Salam

Manado, kpud-magetankab.go.id – Duka atas meninggalnya Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie dirasakan dalam arena konsolidasi regional KPU se Indonesia yang digelar di Kota Manado Sulawesi Utara. Bahkan KPU memberikan penghargaan tinggi sosok Habibie yang dinilai sebagai pahlawan demokrasi dalam perjalanan pemilu di Indonesia.

“Dalam rapat konsolidasi ini kita kirimkan doa atas meninggalnya Presiden ke-3 Bapak B.J. Habibie. Tak hanya sebagai bapak teknologi Indonesia beliau juga merupakan pahlawan demokrasi. Beliau peletak dasar perjalanan Pemilu di Indonesia. Kita semua merasa sangat kehilangan. Semoga beliau diterima disisi-Nya dan diterima semua amal ibadahnya,” ungkap Ketua KPU RI Arief Budiman memimpin doa disela-sela pembukaan rapat konsolidasi dengan ratusan KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota, Kamis (12/09/2019)

Selain mendoakan sosok B.J. Habibie, sosok yang telah meninggal dunia Rabu (11/09/2019) KPU juga telah menginstruksikan kepada seluruh KPU Provinsi dan Kab/Kota mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari ke depan. Hal ini sebagai symbol duka mendalam dan penghargaan kepada jasa B.J Habibie atas perjalanan panjang bangsa ini.

“Bagi kita sosok B.J Habibie cukup istimewa. Tadi kami juga mengantarkan beliau dalam pemakaman. KPU sebagai penyelanggara Pemilu sangat kehilangan dan berduka atas meninggalnya salah satu pahlawan demokrasi di Indonesia ini,” jelas Arief Budiman dengan nada sedih.

Sosok B.J. Habibie yang meninggal di usia 83 tahun ini merupakan peletak tonggak Pemilu 1999 yang dinilai dibukanya kran demokrasi di Indonesia. Selain itu beliau juga mampu mengantar transisi demokrasi di era reformasi. Melalui peran sosok yang terkenal jenius ini, ancaman disintegrasi bangsa yang mampu di selamatkan dengan lahirnya otonomi daerah hingga akhirnya lahirnya pemilihan kepala daerah secara langsung.

EVALUASI PEMILU, KPU SIAPKAN STRATEGI TANGKAL HOAX
SUKSES PEMILU 2019, KPU RI JADI RUJUKAN DUNIA INTERNASIONAL